Eris Yustiono

Pada saat ini perkembangan teknologi berjalan semakin cepat. Setiap organisasi dituntut untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan tersebut agar tidak  semakin tertinggal. Dalam hal ini tuntutan pun berubah, pendekatan pemberian layanan mulai mengarah pada pendekatan yang berbasis pengetahuan (knowledge based organization). Perubahan ini tidak hanya berlaku untuk organisasi yang bergerak di sektor privat, akan tetapi juga merambah pada organisasi di sektor publik yang sarat dengan tuntutan pelayanan. Oleh karena itu, setiap organisasi, baik organisasi privat maupun publik, dituntut untuk mampu menghasilkan kinerja yang baik.

Baik tidaknya kinerja suatu organisasi berkaitan dengan banyak hal. Salah satu diantaranya adalah kapasitas organisasi. Kapasitas organisasi berkaitan dengan kemampuan organisasi dalam memanfaatkan segala kemampuan dan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Kemampuan ini tentu tidak muncul dengan sendirinya. Kemampuan tersebut berproses sedemikian rupa, dilakukan dengan sengaja agar organisasi mempunyai kapasitas yang diinginkan proses tersebut dikenal dengan knowledge management. Dalam kaitannya dengan knowledge management Karl-Erik Sveiby (2004), menyatakan bahwa kemampuan tak terbatas manusia adalah dalam menciptakan pengetahuan. Namun demikian, pengetahuan yang diciptakan tersebut akan mempunyai makna apabila pengetahuan tersebut dibagikan kepada seluruh anggota organisasi. Pendapat awal ini, mewakili banyak pendapat senada. Intinya adalah, suatu organisasi akan mempunyai keuntungan kompetitif dan keberadaannya akan bertahan lama jika mampu mengelola pengetahuan yang tersebar dalam organisasi.

SELENGKAPNYA

Ikuti STIA LAN BDG :

 

 
 

0 Komentar

Tinggalkan Komentar