Bandung, 25 April 2026 – Politeknik STIA LAN Bandung kembali menorehkan capaian penting dalam penguatan kapasitas akademik melalui pengukuhan Prof. Septiana Dwiputrianti, S.E., M.Com (Hons)., Ph.D. sebagai Guru Besar dalam bidang Kebijakan dan Governansi Publik. Kegiatan yang berlangsung di Aula Politeknik STIA LAN Bandung ini dihadiri oleh para Guru Besar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI) Dr. Muhammad Taufiq, DEA., Sekretaris Kementerian PANRB, perwakilan perangkat pemerintahan, serta para pemangku kepentingan (stakeholders).
Dalam sambutannya, Kepala LAN RI Dr. Muhammad Taufiq, DEA. menegaskan bahwa pengukuhan Guru Besar merupakan bagian strategis dalam penguatan kapasitas kelembagaan, khususnya dalam mencetak sumber daya manusia unggul di bidang administrasi publik. Ia menyampaikan bahwa Guru Besar memiliki peran penting sebagai motor penggerak pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi kebijakan yang berdampak nyata bagi peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya sinergi antara akademisi dan praktisi dalam menghasilkan kebijakan publik yang adaptif, berbasis bukti, dan responsif terhadap dinamika global.
Pengukuhan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat peran Politeknik STIA LAN Bandung sebagai perguruan tinggi vokasi unggulan di bidang administrasi publik. Kehadiran Guru Besar diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan, penelitian terapan, serta pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada solusi nyata.
Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul “Kegagalan Kebijakan, Kapasitas Negara, dan Meritokrasi Adaptif dalam Tata Kelola Publik: Bukti di Indonesia”, Prof. Septiana menegaskan bahwa capaian akademik ini bukan sekadar prestasi personal, melainkan amanah intelektual yang lebih besar dalam menjembatani ilmu pengetahuan dengan kebijakan publik.
Ia menyampaikan, “Hari ini bukan sekadar penanda capaian akademik. Hari ini adalah pengingat akan tanggung jawab intelektual yang lebih besar… untuk mentransformasikan pengetahuan menjadi kebijakan, dan memastikan setiap keputusan publik benar-benar menghadirkan manfaat bagi masyarakat dan bangsa.”
Lebih lanjut, Prof. Septiana menyoroti kompleksitas tantangan kebijakan publik di era disrupsi. Menurutnya, kegagalan kebijakan tidak hanya disebabkan oleh keterbatasan sumber daya, tetapi juga dipengaruhi oleh kapasitas institusional dan kualitas aktor yang menjalankannya.
Ia menegaskan, “Kebijakan publik dapat gagal bukan hanya karena negara tidak mampu, tetapi juga karena adanya konflik kepentingan, keterbatasan politik, atau bahkan karena kebijakan tersebut sejak awal tidak dirancang untuk sepenuhnya berhasil.”
Sebagai bagian dari kontribusi keilmuannya, Prof. Septiana memperkenalkan konsep meritokrasi adaptif sebagai fondasi dalam membangun kapasitas negara, melalui integrasi sumber daya manusia yang kompeten, kebijakan berbasis bukti, serta pemanfaatan teknologi dalam tata kelola pemerintahan.
Menutup pidatonya, beliau menegaskan pentingnya kualitas aparatur negara dalam menentukan keberhasilan kebijakan publik. “Negara yang kuat tidak hanya dibangun oleh kebijakan yang baik, tetapi oleh aparatur yang memiliki integritas, kompetensi, dan keberanian untuk bertindak demi kepentingan publik.”
Melalui pengukuhan ini, Politeknik STIA LAN Bandung semakin mempertegas komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia unggul serta berkontribusi dalam penguatan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel di Indonesia.




