Bandung, 24 April 2026 – Politeknik STIA LAN Bandung menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertema Penguatan Sistem Organisasi Menuju Akreditasi Unggul pada Kamis, 24 April 2026, di Ruang Rapat Lantai 1. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis institusi dalam memperkuat tata kelola organisasi, sistem penjaminan mutu, serta kesiapan menghadapi dinamika kebijakan akreditasi pendidikan tinggi.
Forum dibuka oleh Direktur Politeknik STIA LAN Bandung yang menegaskan bahwa penguatan sistem organisasi merupakan fondasi utama dalam peningkatan mutu perguruan tinggi. Menurutnya, pencapaian akreditasi unggul tidak hanya ditentukan oleh aspek administratif, tetapi juga oleh kemampuan institusi membangun sistem yang terintegrasi, adaptif, dan berorientasi pada kualitas.
FGD menghadirkan Prof. Dr. Mujibur Rahman Khairul Muluk, S.Sos., M.Si. sebagai narasumber dengan moderator Cintantya Andhita Dara Kirana, S.AP., M.AP. Dalam paparannya, narasumber menyoroti keterkaitan erat antara akreditasi institusi dan capaian akreditasi program studi. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan akreditasi institusi sangat dipengaruhi oleh kualitas dan status akreditasi pada level program studi.
Menurutnya, kondisi ideal bagi perguruan tinggi tercapai ketika mayoritas program studi telah memperoleh status unggul. Sebaliknya, apabila proporsi program studi unggul masih berada di bawah 50 persen, maka institusi berpotensi menghadapi tantangan dalam proses evaluasi akreditasi.
Selain membahas strategi peningkatan mutu, forum juga mengulas transformasi kebijakan dalam sistem Akreditasi Program Studi (APS) 2.0. Pada sistem terbaru, status akreditasi tidak lagi menggunakan kategori “sementara”, melainkan “terakreditasi pertama”. Masa berlaku akreditasi juga disesuaikan dengan skor penilaian, yaitu tiga, empat, atau lima tahun.
Narasumber menjelaskan bahwa instrumen APS 2.0 kini menggunakan 45 indikator penilaian sesuai regulasi terbaru. Evaluasi dilakukan secara komprehensif terhadap berbagai aspek, mulai dari luaran pendidikan, proses pembelajaran, kurikulum, kualitas dosen dan tenaga kependidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga implementasi sistem penjaminan mutu internal.
Dalam sesi diskusi, peserta menunjukkan antusiasme tinggi melalui pertanyaan terkait implementasi kebijakan akreditasi terbaru, pemanfaatan data PDDikti, serta mekanisme penilaian indikator akreditasi. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah validitas dan konsistensi data, terutama berkaitan dengan rasio dosen dan mahasiswa.
Menanggapi hal tersebut, narasumber menegaskan bahwa kualitas data memiliki peran strategis dalam proses akreditasi. Program studi perlu memastikan pembaruan data dilakukan secara berkala dan akurat agar selaras dengan data yang digunakan dalam sistem PDDikti.
Forum juga menyoroti pentingnya kesiapan institusi menghadapi masa transisi kebijakan akreditasi. Ditekankan bahwa substansi mutu tetap menjadi faktor utama dalam penilaian, sementara sistem berfungsi sebagai instrumen evaluasi yang mendukung pengukuran kualitas pendidikan tinggi.
Melalui penyelenggaraan FGD ini, Politeknik STIA LAN Bandung menegaskan komitmennya dalam membangun budaya mutu dan memperkuat kesiapan menuju akreditasi unggul. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang konsolidasi dan kolaborasi bagi sivitas akademika dalam memahami arah kebijakan akreditasi serta menyusun langkah strategis secara berkelanjutan.




