Politeknik STIA LAN Bandung Bedah Kunci Sukses Pembangunan Menuju Indonesia Emas 2045

Bandung — Politeknik STIA LAN Bandung kembali menghadirkan kuliah umum dengan mengundang narasumber dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Dr. Agus Sudrajat, S.Sos., M.A.,(29/06/26). Dalam kuliah umum yang diikuti oleh mahasiswa Program Studi Administrasi Pembangunan Negara ini, Dr. Agus mengangkat tema sentral tentang pentingnya kualitas kebijakan publik sebagai penentu utama keberhasilan pembangunan nasional, dengan studi kasus program ketahanan pangan.
Mengawali paparannya, Dr. Agus mengingatkan bahwa Indonesia memiliki visi besar untuk menjadi negara maju, berdaya saing tinggi, dan memiliki ketahanan nasional yang kuat pada 2045 — atau yang lebih dikenal sebagai visi Indonesia Emas 2045. RPJMN 2025–2029 disebutnya sebagai fase krusial yang akan menentukan arah transformasi pembangunan bangsa ke depan.
Namun, ia menegaskan satu poin penting: besarnya anggaran dan banyaknya program bukanlah jaminan keberhasilan pembangunan. Kualitas kebijakan publik justru menjadi faktor yang lebih menentukan, karena kebijakan yang baik akan mengarahkan sumber daya secara tepat, mempererat koordinasi antarlembaga, dan memastikan manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat.
Empat Alasan Mengapa Kualitas Kebijakan Tak Bisa Ditawar
Dalam paparannya, Dr. Agus merinci empat alasan mendasar mengapa kualitas kebijakan menjadi isu krusial bagi pemerintah saat ini:
1. Keterbatasan sumber daya — anggaran, waktu, dan SDM yang terbatas menuntut kebijakan yang efisien namun berdampak maksimal.
2. Kompleksitas masalah pembangunan — isu seperti ketahanan pangan, kemiskinan, perubahan iklim, krisis energi, hingga kesehatan masyarakat tidak bisa diselesaikan satu sektor saja, melainkan butuh pendekatan lintas sektor yang terintegrasi.
3. Fragmentasi kewenangan — birokrasi yang luas dan terdiri banyak lembaga rawan tumpang tindih program, sehingga dibutuhkan kebijakan yang menyatukan arah agar semua instansi bergerak sinergis.
4. Tuntutan tata kelola berbasis data — perkembangan teknologi informasi mendorong pengambilan keputusan yang lebih cepat, akurat, transparan, dan akuntabel.
Ketahanan Pangan: Contoh Nyata Kebijakan Lintas Sektor
Sebagai studi kasus, Dr. Agus mengangkat program ketahanan pangan sebagai program strategis nasional yang membutuhkan kebijakan berkualitas. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan program ini tidak cukup hanya ditentukan oleh naiknya produksi pertanian, tetapi juga oleh infrastruktur, pengelolaan irigasi, distribusi pangan, pemberdayaan petani dan nelayan, pemanfaatan teknologi pertanian, hingga koordinasi solid antara pemerintah pusat, daerah, dan berbagai pemangku kepentingan.
Arahan Riset bagi Mahasiswa
Menutup kuliah umum, Dr. Agus memberikan arahan tema-tema penelitian yang relevan bagi mahasiswa Administrasi Pembangunan Negara, antara lain seputar tata ruang wilayah, sistem transportasi, pengelolaan sampah, pemberdayaan petani dan nelayan, tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG), koperasi desa, penanganan stunting, penurunan kemiskinan, pengelolaan BUMDes, serta transformasi digital pemerintahan daerah — sejumlah isu publik di daerah yang masih membuka ruang luas untuk dikaji lebih lanjut.
Kuliah umum ini sekaligus menegaskan pesan utama bahwa cita-cita Indonesia Emas 2045 hanya bisa terwujud jika pemerintah mampu menghasilkan kebijakan publik yang berkualitas, berbasis data, adaptif terhadap perubahan zaman, dan responsif terhadap berbagai tantangan pembangunan secara berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *