Lembang, 8 Agustus 2026 – Memasuki dunia perkuliahan bukan hanya membutuhkan kesiapan akademik, tetapi juga karakter, disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan beradaptasi. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian yang ditekankan Politeknik STIA LAN Bandung melalui Pelatihan Bela Negara bagi mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 yang dilaksanakan pada 8–10 Agustus 2026 di Depo Pendidikan Bela Negara (Dodik Bela Negara) Rindam III/Siliwangi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) ini dirancang sebagai pengalaman pembelajaran di luar ruang kelas. Selama tiga hari, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pembekalan mengenai Bela Negara dan wawasan kebangsaan, tetapi juga menjalani berbagai aktivitas yang dirancang untuk membangun disiplin, tanggung jawab, kekompakan, keberanian, serta kemampuan bekerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan.
Pelatihan Bela Negara resmi dibuka pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Rangkaian diawali dengan keberangkatan mahasiswa dari kampus Politeknik STIA LAN Bandung menuju Dodik Bela Negara Rindam III/Siliwangi, dilanjutkan dengan registrasi dan pembagian kelompok. Setibanya di lokasi, mahasiswa mengikuti upacara pembukaan di Lapangan Dodik Bela Negara sebagai penanda dimulainya rangkaian pelatihan selama tiga hari.
Direktur Politeknik STIA LAN Bandung, Dr. Muhamad Nur Afandi, S.Pd., M.T., secara resmi membuka pelatihan tersebut. Dalam sambutannya, Direktur menegaskan bahwa Pelatihan Bela Negara tidak semata-mata berorientasi pada kegiatan fisik, tetapi menjadi bagian dari proses penguatan karakter mahasiswa agar mampu menjadi generasi masa depan yang memiliki disiplin, integritas, dan tanggung jawab.
“Kegiatan di Dodik Bela Negara ini bukan hanya melaksanakan kegiatan fisik, tetapi mahasiswa akan dididik bagaimana meningkatkan penguatan karakter agar mampu menjadi generasi masa depan yang memiliki disiplin, integritas, dan tanggung jawab yang baik,” ujar Direktur.
Menurutnya, pendidikan di perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan mahasiswa yang cerdas secara intelektual. Mahasiswa juga perlu dibekali karakter dan hati yang luhur serta kedisiplinan yang baik sebagai bekal dalam menjalankan peran di tengah masyarakat. “Generasi yang baik lahir dari karakter-karakter yang baik. Karena itu, saya berharap mahasiswa Tahun Akademik 2026/2027 dapat mengikuti kegiatan pengembangan karakter ini dengan baik, keluar dari zona nyaman, serta memperkuat karakter, disiplin, dan integritas,” lanjutnya.
Direktur juga mengingatkan mahasiswa untuk tidak hanya mengejar kecerdasan intelektual, tetapi membangun sikap yang menunjukkan kepatuhan dan tanggung jawab sebagai bagian dari bangsa dan negara. “Jadilah generasi yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga hati yang patuh dan taat kepada bangsa dan negara. Sebagai warga negara, kita harus siap untuk bagaimana melayani bangsa dan negara,” pesannya.
Usai upacara pembukaan, mahasiswa mengikuti pembekalan Pengetahuan Bela Negara yang dilanjutkan dengan latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) dan Peraturan Penghormatan (PP). Latihan tersebut tidak sekadar mengajarkan gerakan dan tata cara, tetapi menjadi sarana membangun ketepatan, kepatuhan terhadap aturan, kekompakan, dan kedisiplinan. Mahasiswa juga memperoleh pembekalan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) sebagai pengetahuan dasar dalam menghadapi kondisi darurat. Hari pertama kemudian ditutup dengan apel malam sebagai bagian dari pembiasaan disiplin, tanggung jawab, serta kepatuhan terhadap tata tertib.
Komandan Dodik Bela Negara Rindam III/Siliwangi, Letkol. Inf. Irwansyah, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa pelatihan Bela Negara diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman selama mahasiswa berada di lingkungan Dodik, tetapi memberikan hasil dan makna yang dapat dibawa dalam kehidupan sehari-hari.
“Tentunya dalam kegiatan Bela Negara kali ini kita mengharapkan ada hasil atau makna yang akan dibawa oleh mereka dalam kehidupan. Mahasiswa Politeknik STIA LAN akan dibentuk karakternya dalam kedisiplinan, integritas, dan juga memaknai Bela Negara, cinta tanah air dalam rangka nanti mendapatkan studi lanjutan di kampus Politeknik STIA LAN Bandung,” ungkap Letkol. Inf. Irwansyah.
Memasuki hari kedua, mahasiswa melanjutkan pembentukan karakter melalui berbagai aktivitas lapangan. Kegiatan diawali dengan ibadah sesuai agama masing-masing, senam pagi, dan makan pagi bersama sebagai bagian dari pembiasaan hidup tertib, sehat, dan disiplin.
Pembelajaran kemudian berlanjut melalui outbound yang dirancang untuk mengasah kekompakan, komunikasi, kepemimpinan, kemampuan menyelesaikan masalah, serta membangun kepercayaan antarmahasiswa. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi kaji ulang, Caraka Malam, dan api unggun yang menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membangun kemandirian, keberanian, solidaritas, serta semangat persatuan.
Rangkaian kegiatan hari kedua juga menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai makna Bela Negara dan kecintaan terhadap tanah air. Pada apel malam, mahasiswa mendapatkan penguatan nilai-nilai Bela Negara.
Momen tersebut menjadi bagian penting dalam menumbuhkan rasa cinta tanah air, menghargai perjuangan para pahlawan, serta memahami tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa. Bela Negara tidak hanya dimaknai sebagai keberanian dalam menghadapi tantangan, tetapi juga diwujudkan melalui sikap disiplin, tanggung jawab, menjaga persatuan, peduli terhadap sesama, dan memberikan kontribusi positif sesuai dengan peran masing-masing.
Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam memasuki kehidupan akademik sekaligus menjalankan perannya sebagai bagian dari masyarakat. Pelatihan Bela Negara diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman selama tiga hari di Dodik Bela Negara, tetapi menjadi proses awal untuk membentuk mahasiswa yang mampu membawa semangat disiplin, integritas, tanggung jawab, dan cinta tanah air dalam kehidupan sehari-hari.




