Lembang, 10 Agustus 2026 – Tiga hari menjalani Pelatihan Bela Negara di Depo Pendidikan Bela Negara (Dodik Bela Negara) Rindam III/Siliwangi, Lembang, menjadi pengalaman pembentukan karakter bagi mahasiswa baru Politeknik STIA LAN Bandung Tahun Akademik 2026/2027. Rangkaian yang berlangsung pada 8–10 Agustus 2026 tersebut menjadi bagian dari Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) sekaligus ruang pembelajaran untuk menanamkan disiplin, integritas, tanggung jawab, keberanian, kekompakan, dan cinta tanah air.
Setelah menjalani berbagai kegiatan selama tiga hari, mahasiswa mengikuti rangkaian penutupan pada Senin, 10 Agustus 2026. Kegiatan diawali dengan ibadah sesuai agama masing-masing, senam pagi, makan pagi, dan apel pagi sebelum mahasiswa mengikuti pembekalan terakhir.
Materi Wawasan Kebangsaan diberikan untuk memperkuat kesadaran berbangsa dan rasa cinta tanah air. Sementara itu, sesi Motivasi dan General Review menjadi ruang bagi mahasiswa untuk merefleksikan pengalaman, tantangan, serta pembelajaran yang telah mereka jalani selama mengikuti pelatihan.
Rangkaian kemudian ditutup melalui upacara penutupan yang dipimpin oleh Direktur Politeknik STIA LAN Bandung, Dr. Muhamad Nur Afandi, S.Pd., M.T. Dalam sambutannya, Direktur menyampaikan bahwa tiga hari pelatihan telah menjadi proses yang mengubah mahasiswa dari sekadar mahasiswa baru menjadi generasi muda yang memiliki bekal karakter dan nilai-nilai Bela Negara.
“Kegiatan yang kita laksanakan siang ini merupakan sebuah pembuktian. Tiga hari yang lalu kalian masuk dalam rangka pelatihan Bela Negara, dan hari ini kalian bukan hanya mahasiswa baru, tetapi kader Bela Negara yang memiliki karakter dan integritas yang baik,” ujar Direktur.
Menurutnya, nilai-nilai yang diperoleh selama pelatihan harus terus dijaga dan tidak berhenti ketika mahasiswa meninggalkan lingkungan Dodik Bela Negara. Bela Negara, kata Direktur, tidak hanya dimaknai dalam konteks perjuangan fisik, tetapi juga tercermin melalui kedisiplinan, kemampuan berinovasi, dan tanggung jawab dalam menjalankan peran masing-masing.
“Bela Negara bukan hanya berkenaan dengan mengangkat senjata. Kalian dididik untuk disiplin, untuk berinovasi, dan ditempa untuk menjadi orang-orang yang bertanggung jawab,” tegasnya.
Direktur berpesan agar sikap disiplin, tanggung jawab, dan integritas yang telah dibangun selama pelatihan terus diterapkan dalam kehidupan kampus maupun ketika mahasiswa berada di tengah masyarakat.
“Upayakan sikap-sikap tersebut diimplementasikan di lingkungan kampus dan ketika bergabung di masyarakat. Jangan sampai segala sikap disiplin, tanggung jawab, dan integritas hilang ketika kalian selesai mengikuti Bela Negara,” pesannya.
Pada kesempatan tersebut, Direktur juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan jajaran Dodik Bela Negara Rindam III/Siliwangi yang telah mendampingi dan membina mahasiswa selama pelaksanaan pelatihan. “Kami mengucapkan terima kasih kepada pimpinan dan para jajaran Dodik Bela Negara Rindam III/Siliwangi yang telah sabar membina mahasiswa dan mahasiswi kami, Politeknik STIA LAN Bandung,” ungkapnya.
Pengalaman selama tiga hari tersebut turut dirasakan langsung oleh mahasiswa baru. Berbagai aktivitas yang dijalani memberikan pengalaman pembelajaran yang berbeda dari aktivitas perkuliahan di kampus. Salah seorang mahasiswa baru mengaku bahwa Pelatihan Bela Negara memberikan pengalaman yang berkesan sekaligus membuka perspektif baru tentang arti disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama. “Awalnya saya berpikir kegiatan Bela Negara akan lebih banyak tentang aktivitas fisik, tetapi ternyata banyak hal yang bisa dipelajari. Kami diajarkan untuk lebih disiplin, bertanggung jawab, saling mendukung, dan berani menghadapi tantangan. Yang paling berkesan, selama tiga hari ini kami juga menjadi lebih dekat dan kompak sebagai mahasiswa baru,” ungkapnya.
Pelatihan Bela Negara diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman selama mahasiswa berada di Dodik Bela Negara, tetapi menjadi bekal yang terus dibawa dalam kehidupan akademik dan kehidupan sehari-hari. Disiplin waktu, kepatuhan terhadap aturan, kemampuan bekerja dalam tim, keberanian menghadapi tantangan, kepedulian terhadap sesama, serta rasa cinta tanah air diharapkan menjadi bagian dari karakter mahasiswa Politeknik STIA LAN Bandung.
Melalui pengalaman selama tiga hari, mahasiswa tidak hanya ditempa untuk menjadi lebih disiplin dan tangguh, tetapi juga diajak memahami bahwa setiap individu memiliki peran dalam menjaga persatuan dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Dengan demikian, Pelatihan Bela Negara menjadi langkah awal untuk menyiapkan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, berintegritas, mampu bekerja sama, serta siap mengambil peran dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.




