Bicube Politeknik STIA LAN Bandung Dorong Kolaborasi Antar Inkubator untuk Perkuat Pemberdayaan Usaha

BANDUNG – Business Incubator Center (Bicube) Politeknik STIA LAN Bandung mendorong penguatan kolaborasi antarinkubator bisnis untuk meningkatkan efektivitas pendampingan dan pemberdayaan usaha masyarakat. Aspirasi tersebut disampaikan dalam rangkaian kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, di Bandung Creative Hub, Selasa (20/10/2026).
Kegiatan bertajuk Penguatan Ekosistem Pemberdayaan Usaha Masyarakat melalui Perintis Berdaya Connect Bandung ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sinergi lintas kementerian, lembaga, dunia usaha, dan inkubator bisnis dalam meningkatkan kapasitas serta daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dalam rangkaian kegiatan tersebut, digelar pula temu inkubator yang dihadiri oleh tujuh inkubator di Bandung Raya, salah satunya Bicube. Forum diskusi terbatas ini memberikan kesempatan kepada masing-masing inkubator untuk berbagi pengalaman pendampingan, menyampaikan tantangan pengelolaan, serta mengemukakan harapan terhadap pengembangan ekosistem inkubasi bisnis di Indonesia.
Ketua Lembaga Inkubator Bicube Politeknik STIA LAN Bandung, Reni Wijayanti, yang hadir didampingi Dr. Siti Widharetno Mursalim, menyampaikan bahwa Bicube telah melaksanakan pendampingan kepada 65 tenant dan 2.064 masyarakat. Bicube juga memiliki pengalaman bekerja sama dengan sejumlah kementerian, antara lain Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian UMKM, dalam berbagai program pemberdayaan dan pengembangan kapasitas masyarakat.
Cakupan pendampingan Bicube meliputi wilayah Jawa Barat, dengan fokus pada inovasi sektor publik, pangan, dan teknologi informasi (IT). Pada bidang inovasi sektor publik, Bicube mendorong pengembangan inovasi yang berpotensi direplikasi oleh instansi pemerintah sehingga manfaatnya dapat diperluas untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Dalam sesi berbagi pengalaman, Reni mengungkapkan bahwa permodalan masih menjadi salah satu tantangan umum yang dihadapi tenant dan pelaku usaha. Selain dukungan untuk mengatasi tantangan tersebut, penguatan konektivitas antar inkubator dinilai penting agar proses pendampingan dapat berjalan lebih efektif.
Bicube berharap adanya wadah kolaborasi yang memungkinkan inkubator saling terhubung, berbagi sumber daya, serta memperluas akses terhadap mentor, mitra strategis, dan peluang pengembangan usaha. Dengan demikian, setiap inkubator dapat saling melengkapi sesuai dengan kapasitas dan bidang keahliannya, alih-alih menjalankan program secara terpisah.
Dalam diskusi tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menanggapi pentingnya kolaborasi antar inkubator dan menyampaikan bahwa kebijakan terkait hal tersebut sedang dalam proses pengembangan. Selain itu, penguatan jejaring dengan pemerintah dan lembaga terkait, perluasan akses permodalan, serta rencana pembentukan komite inkubator untuk membantu menjawab tantangan operasional juga menjadi bagian dari pembahasan.
Bahas Penguatan Kelembagaan Inkubator
Setelah sesi berbagi pengalaman, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama Kedeputian Kewirausahaan Kementerian UMKM mengenai akses permodalan, pemeringkatan inkubator dan platform SAPA Inkubator. Pembahasan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kelembagaan dan mendukung pengembangan ekosistem inkubasi bisnis.
Bagi Bicube Politeknik STIA LAN Bandung, kolaborasi lintas inkubator menjadi peluang untuk memperluas jangkauan pendampingan dan menghubungkan tenant dengan sumber daya yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan usahanya sekaligus memperluas manfaat pemberdayaan bagi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *