Politeknik STIA LAN Bandung Dorong Dosen Ciptakan Pembelajaran Berbasis Karya dan Berdampak

BANDUNG – Politeknik STIA LAN Bandung terus memperkuat kualitas pendidikan vokasi melalui pengembangan kompetensi dosen dalam merancang pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga menghasilkan karya dan solusi atas persoalan nyata.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pengembangan Dosen bertajuk PRAKTIKA (Praktikum Berbasis Capaian dan Karya): Designing OBE & Project-Based Laboratory Learning, yang diselenggarakan oleh Laboratorium Administrasi Terapan di Aula Politeknik STIA LAN Bandung, Rabu (14/10/2026).

Kegiatan ini menghadirkan Dr. Lina Miftahul Jannah, S.Sos., M.Si., Ketua Departemen Kurikulum Indonesian Association for Public Administration (IAPA) periode 2026–2028, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Senat Akademik Universitas Indonesia dan Kepala Klaster Riset Public Management and Organizational Culture UI.

Mengangkat materi Bridging Theory to Impact: Pelatihan Pengembangan Dosen dalam Desain Laboratorium Berorientasi Karya, kegiatan ini menekankan pentingnya transformasi pembelajaran di perguruan tinggi vokasi agar semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Dalam materi yang disampaikan, Lina menekankan bahwa pembelajaran harus bergerak dari theory to impact, yakni dari penguasaan konsep menuju kemampuan menghasilkan solusi, karya, dan dampak nyata. Laboratorium pun tidak lagi cukup dipahami sebagai ruang praktik secara fisik, melainkan sebagai ekosistem pembelajaran yang menghubungkan teori dengan persoalan di lapangan.

Pendekatan Outcome-Based Education (OBE) menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan pembelajaran tersebut. Melalui pendekatan ini, kurikulum, proses pembelajaran, dan asesmen dirancang secara terintegrasi untuk memastikan ketercapaian kompetensi mahasiswa.

Selain itu, dosen didorong untuk mengombinasikan Case-Based Method (CBM) dan Project-Based Learning (PBL). Kedua pendekatan tersebut memungkinkan mahasiswa tidak hanya menganalisis permasalahan secara kritis, tetapi juga merancang solusi melalui proyek nyata.
Hasil pembelajaran dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk karya terapan, seperti policy brief, desain layanan publik, model kebijakan, prototipe, hingga produk digital yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah, masyarakat, maupun mitra institusi.

Pengembangan laboratorium juga diarahkan menuju konsep living laboratory, yakni menjadikan persoalan nyata di lingkungan pemerintah, organisasi, dan masyarakat sebagai bagian dari proses pembelajaran mahasiswa.

Melalui konsep tersebut, kegiatan pendidikan dapat terintegrasi dengan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sehingga hasil pembelajaran tidak berhenti sebagai tugas akademik, tetapi berpotensi memberikan manfaat langsung bagi pemangku kepentingan.

Kegiatan PRAKTIKA sekaligus menegaskan pentingnya perubahan peran dosen, dari sekadar penyampai materi menjadi arsitek dampak sosial yang mampu merancang pengalaman belajar berbasis analisis, praktik, karya, dan pemecahan masalah.

Melalui penguatan kompetensi dosen ini, Politeknik STIA LAN Bandung mendorong terwujudnya pembelajaran vokasi yang lebih aplikatif, kolaboratif, dan berorientasi hasil, sekaligus mempersiapkan lulusan yang mampu menghadapi kompleksitas tantangan administrasi publik serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *