Perkuat Tata Kelola hingga Teknologi, Mahasiswa STIA LAN Bandung Luncurkan 7 Inovasi di Desa Cibogo

BANDUNG BARAT – Upaya mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih baik dan peningkatan kualitas pelayanan publik di Desa Cibogo, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, diwujudkan melalui pengembangan tujuh inovasi oleh mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Administrasi Pembangunan Negara, Politeknik STIA LAN Bandung. Ketujuh inovasi tersebut merupakan luaran Program Magang Desa (Magades) yang berlangsung selama Agustus hingga Oktober 2026.

Hasil pengembangan inovasi tersebut diperkenalkan melalui kegiatan Diseminasi Hasil Magades yang diselenggarakan pada 29 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi momentum bagi mahasiswa untuk memaparkan hasil identifikasi permasalahan dan solusi inovatif yang telah dirancang selama menjalankan program magang, sekaligus memperlihatkan kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung penguatan kapasitas penyelenggaraan pemerintahan desa.

Program Magades dilaksanakan di bawah bimbingan Riky Rinaldy Maulana, S.IP., M.AP., Dr. Hendrikus Triwibawanto Gedeona, M.Si., dan Dr. Sait Abdullah, S.Sos., M.Pol.Adm., Ph.D. Selama pelaksanaan program, mahasiswa melakukan identifikasi kebutuhan dan permasalahan di lingkungan pemerintahan desa, berkoordinasi dengan perangkat desa, serta merumuskan berbagai inovasi yang disesuaikan dengan kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Tujuh inovasi yang dihasilkan meliputi SAWALA (Saluran Warga Layanan), peta interaktif geospasial, sistem pelayanan administrasi digital, serta empat rancangan Peraturan Desa (Perdes), yaitu Perdes tentang Aset Desa, Pendapatan Asli Desa, Asal-Usul Desa, dan Hari Jadi Desa.

 

SAWALA Hadir sebagai Upaya Mendorong Digitalisasi Desa

Salah satu inovasi utama yang dikembangkan mahasiswa adalah SAWALA (Saluran Warga Layanan), sebuah platform berbasis website yang dirancang untuk memperluas akses informasi publik, mendukung transparansi pemerintahan, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik.

Melalui SAWALA, masyarakat dapat mengakses berbagai informasi desa yang terhubung dengan media sosial, memperoleh informasi kewilayahan melalui peta interaktif geospasial, serta menyampaikan penilaian terhadap kualitas pelayanan melalui survei kepuasan masyarakat.

Peta interaktif geospasial menjadi salah satu inovasi yang diintegrasikan ke dalam website SAWALA. Keberadaannya diharapkan dapat membantu penyajian informasi wilayah Desa Cibogo secara lebih visual dan informatif, sekaligus mendukung perangkat desa dalam mengenali kondisi dan potensi wilayah sebagai bahan pendataan maupun perencanaan pembangunan.

Kehadiran SAWALA mendapat respons positif dari pemerintah desa. Sekretaris Desa Cibogo, Cecep Heryadi, menyampaikan bahwa pengembangan inovasi digital tersebut memberikan dukungan bagi perangkat desa dalam memenuhi kebutuhan digitalisasi pemerintahan.

Menurut Cecep, pemerintah desa sebelumnya telah mendapatkan informasi dan dorongan mengenai pentingnya pengembangan digitalisasi di tingkat desa. Oleh karena itu, keterlibatan mahasiswa Politeknik STIA LAN Bandung dalam mengembangkan inovasi digital menjadi salah satu bentuk dukungan yang dirasakan langsung oleh pemerintah desa.

“Dengan adanya SAWALA ini, perangkat desa sangat terbantu. Memang sebelumnya diberitakan bahwa desa ini harus mengembangkan digitalisasi. Dengan adanya mahasiswa Politeknik STIA LAN Bandung yang mengembangkan inovasi digital ini, kami sangat terbantu dan semoga kebermanfaatannya terus berlanjut,” ungkap Cecep Heryadi.

Dukungan tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam mendorong transformasi tata kelola pemerintahan berbasis digital. Melalui pemanfaatan teknologi, akses informasi diharapkan semakin terbuka dan proses penyelenggaraan pelayanan publik dapat berkembang menjadi lebih efektif, transparan, dan responsif.

 

Digitalisasi Pelayanan Administrasi dan Penguatan Regulasi Desa

Selain pengembangan SAWALA, mahasiswa juga menghasilkan inovasi sistem pelayanan administrasi digital yang ditujukan untuk mempermudah masyarakat dalam memperoleh informasi dan mengajukan kebutuhan administrasi persuratan.

Sistem ini dirancang untuk memberikan kemudahan akses informasi mengenai prosedur dan persyaratan pelayanan administrasi. Dengan adanya sistem tersebut, masyarakat diharapkan dapat mempersiapkan dokumen yang diperlukan sebelum mengajukan permohonan surat kepada pemerintah desa.

Pengembangan pelayanan digital juga tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat yang memerlukan pelayanan secara langsung. Pelayanan tatap muka di kantor desa tetap dipertahankan, terutama untuk jenis pelayanan yang membutuhkan pemeriksaan persyaratan lebih teknis dan pendampingan perangkat desa. Pembagian mekanisme pelayanan ini diharapkan dapat meminimalkan kesalahan administrasi sekaligus memastikan masyarakat tetap memperoleh akses pelayanan sesuai kebutuhannya.

Di bidang regulasi, mahasiswa turut menghasilkan empat rancangan Peraturan Desa (Perdes) yang mencakup pengelolaan aset desa, pendapatan asli desa, asal-usul desa, dan hari jadi desa. Rancangan regulasi tersebut disusun sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung penguatan tata kelola pemerintahan desa, khususnya dalam aspek pengelolaan aset, optimalisasi pendapatan desa, serta penguatan identitas dan sejarah lokal. Selanjutnya, rancangan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah desa untuk ditelaah, disempurnakan, dan ditindaklanjuti melalui mekanisme pembentukan Peraturan Desa sesuai ketentuan perundang-undangan

 

Keberlanjutan Inovasi Menjadi Fokus Setelah Magang

Diseminasi hasil Magades menjadi momentum untuk mendorong keberlanjutan inovasi setelah program magang berakhir.

SAWALA dan sistem pelayanan administrasi digital diharapkan dapat terus dimanfaatkan melalui pembaruan informasi secara berkala, pengelolaan sistem yang berkelanjutan, serta sosialisasi kepada masyarakat. Sementara itu, peta interaktif geospasial memerlukan pemutakhiran data agar informasi wilayah yang disajikan tetap relevan dengan kondisi aktual.

Untuk inovasi regulasi, pemerintah desa diharapkan dapat melanjutkan pembahasan dan penyempurnaan rancangan Perdes bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) hingga memenuhi tahapan pembentukan peraturan desa.

Dengan demikian, inovasi yang telah dihasilkan dapat mendukung  pengembangan tata kelola pemerintahan desa secara berkelanjutan.

 

Menjadi Ruang Pembelajaran dan Kontribusi Nyata Mahasiswa

Bagi mahasiswa, pelaksanaan Magades memberikan pengalaman langsung dalam memahami dinamika penyelenggaraan pemerintahan di tingkat desa Melalui tujuh inovasi yang dihasilkan, mahasiswa Politeknik STIA LAN Bandung berharap dapat memberikan kontribusi bagi Desa Cibogo, baik dalam mendukung pekerjaan perangkat desa maupun memperluas kemudahan akses pelayanan bagi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *