21 Warga Terima Penghargaan, Politeknik STIA LAN Bandung Perkuat Gerakan Pilah Sampah Berbasis Komunitas

Bandung, 12 Februari 2026 — 21 warga Kelurahan Cihapit, Kelurahan Citarum dan Kelurahan Tamansari mendapatkan penghargaan dalam pengelolaan sampah dalam kegiatan Kolaboraksi Hijau yang diselenggarakan oleh eco move Politeknik STIA LAN Bandung. Kegiatan yang bertemakan “Empowering Communities for Sustainable Waste Management” yang dilaksanakan di Aula Politeknik STIA LAN Bandung. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam memperkuat gerakan pengelolaan sampah berkelanjutan di Kota Bandung.

Camat Bandung Wetan, Rizka Aryani, S.IP., M.AP., menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas inisiatif yang dilakukan Politeknik STIA LAN Bandung. Menurutnya, kegiatan ini selaras dengan program Pemerintah Kota Bandung, yakni GASLAH (Gerakan Pengolahan Sampah). Ia menekankan bahwa gerakan ini tidak hanya berhenti pada aksi seremonial, tetapi perlu dikembangkan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam hal pengetahuan dan kesadaran lingkungan di masyarakat.

Direktur Politeknik STIA LAN Bandung, Dr. Muhamad Nur Afandi, S.Pd., M.T., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Ia mengapresiasi 21 warga dari tiga kelurahan—Cihapit, Citarum, dan Tamansari—yang menerima penghargaan atas konsistensinya dalam melakukan pemilahan sampah dari rumah secara mandiri. Inisiatif warga tersebut dinilai sebagai langkah nyata dalam membangun budaya sadar lingkungan yang diharapkan dapat menular kepada masyarakat luas.

“Kami ingin perguruan tinggi hadir dan memberikan dampak yang langsung dirasakan oleh masyarakat. Semoga langkah kecil ini menjadi pembuka jalan bagi Kota Bandung menjadi kota yang bersih dan sehat. Ke depan, kolaborasi harus terus diperkuat dan diperluas agar gerakan ini berkelanjutan,” ujar Direktur.

Sementara itu, Asisten Daerah II Kota Bandung, Dudy Prayudi, S.T., M.T., menyampaikan bahwa gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat seperti ini dapat menjadi role model yang dapat diterapkan di seluruh wilayah Kota Bandung, tidak hanya di Kecamatan Bandung Wetan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah harus mempertimbangkan lima aspek utama.

Pertama, aspek regulasi, di mana Kota Bandung telah memiliki payung hukum berupa peraturan daerah, peraturan wali kota, serta instruksi wali kota terkait pengelolaan sampah. Kedua, aspek pembiayaan, karena proses penanganan sampah memerlukan biaya yang tidak sedikit. Ketiga, aspek teknologi, mengingat saat ini telah banyak inovasi teknologi yang dapat mendukung pengolahan sampah secara lebih efektif. Keempat, aspek kelembagaan, yang menekankan pentingnya keberadaan institusi atau komunitas yang secara khusus mengelola pengolahan sampah. Kelima, aspek partisipasi masyarakat, karena persoalan sampah sangat erat kaitannya dengan perilaku dan budaya masyarakat dalam mengelola lingkungan.

Melalui kegiatan Kolaboraksi Hijau ini, Politeknik STIA LAN Bandung menegaskan komitmennya untuk terus menjadi perguruan tinggi yang berdampak dan berkontribusi nyata dalam pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam penguatan kesadaran lingkungan dan pengelolaan sampah berbasis komunitas di Kota Bandung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *