Bandung, 9 September 2025
Lembaga Administrasi Negara (LAN) melalui Politeknik STIA LAN Bandung menyelenggarakan Konferensi Nasional Ilmu Administrasi (KNIA) ke-9 Tahun 2025 pada Selasa, 9 September 2025. Kegiatan ini mengusung tema “Tata Kelola Berdampak: Kolaborasi Multi-Stakeholder untuk Kesejahteraan dalam Pilar Ekonomi, Sosial, dan Lingkungan.”
Konferensi dibuka dengan sambutan dari Deputi Bidang Peningkatan Kualitas Kebijakan Administrasi Negara LAN, Dr. Agus Sudrajat, S.Sos., M.A., CGRE., CRA., CHRA. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya bertahan menghadapi tantangan, dan mampu melompat maju menjadi bangsa yang besar, sejahtera, dan bermartabat melalui tiga aspek strategis, yaitu keberanian bertransformasi, komitmen pada kolaborasi, dan orientasi yang berdampak.
KNIA ke-9 menghadirkan tiga orang narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi, yaitu: Prof. Dr. Bonaventura Ngarawula., MS., Prof. Ananda Sabil Hussein, SE., M.Com., Ph.D., dan Dr. Ely Sufianti, M.A.
Pembicara pertama adalah Prof. Dr. Bonaventura Ngarawula., MS., Ketua Program Studi S3 Ilmu Sosial Universitas Merdeka Malang. Beliau menyampaikan materi mengenai kolaborasi multistakeholder untuk kesejahteraan dalam pilar ekonomi, sosial, dan lingkungan. Dari pilar ekonomi, pendekatan tata kelola berdampak dalam pilar ini mengedepankan kolaborasi antara berbagai aktor dalam membangun ekosistem ekonomi yang partisipatif, adil, dan berkelanjutan. Dari pilar sosial, dalam konteks tata kelola berdampak, pilar ini berfokus pada bagaimana kebijakan publik dan program pembangunan dapat merespons kebutuhan nyata masyarakat. Dari pilar lingkungan, dalam kerangka tata kelola berdampak, pilar ini berfokus pada upaya kolektif lintas aktor untuk menjaga keberlanjutan ekologis dan mewujudkan transformasi menuju tata kelola hijau (green governance). Pendekatan ini menempatkan masyarakat, negara, dan sektor swasta sebagai bagian dari ekosistem tata kelola yang terintegrasi dan berorientasi jangka panjang.
Pembicara kedua yaitu Prof. Ananda Sabil Hussein, SE., M.Com., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya. Materi yang disampaikan mengenai tata kelola kolaboratif untuk peningatan daya saing industri lokal. Kunci sukses dari daya saing yaitu adanya inovasi yang baik, produktivitas yang tinggi, adanya akses pasar yang sangat luas, serta regulasi yang mengatur pasar menjadi kondusif. Tantangan utama yang dihadapi meliputi modal, teknologi, inovasi, dan SDM.
Sementara pembicara ketiga adalah Dr. Ely Sufianti, M.A., Kepala Lab. Admnistrasi Politeknk STIA LAN Bandung dengan materi yang yang bertemakan pilar lingkungan, tata Kelola berdampak, kolaborasi multi-stakeholder untuk kesejahteraan. Beberapa hal yang disampaikan diantaranya Perlunya Payung hukum eksplisit untuk tata kelola kolaboratif & pembiayaan berbasis kinerja; Perlunya Platform koordinasi tematik (sampah, FOLU, kualitas air/udara) lintas K/L– daerah–swasta–komunitas; Perlunya Insentif fiskal: matching grant untuk program multi aktor dengan indikator dampak terverifikasi; Perlunya Penguatan kapasitas: fasilitator kolaborasi, integrasi data (SIPSN, SRN, IKLH) dan feedback loop kebijakan; serta Perlunya M&E nasional: indikator lingkungan (air, udara, lahan, laut) + indikator kesejahteraan (kesehatan, pendapatan hijau, ketahanan).
Melalui konferensi ini, peserta diajak untuk berdiskusi dan berbagi perspektif mengenai peran kolaborasi multi-stakeholder dalam memperkuat pilar ekonomi, sosial, dan lingkungan. Hasil pembahasan diharapkan dapat memberikan rekomendasi strategis bagi perumusan kebijakan administrasi negara yang lebih adaptif, inovatif, dan berkelanjutan.
Konferensi Nasional Ilmu Administrasi merupakan agenda rutin tahunan yang menjadi forum pertukaran gagasan, penelitian, dan praktik terbaik antar akademisi, birokrat, praktisi, dan lainnya. Sebanyak 71 artikel telah terdaftar dalam forum ini, dengan lebih dari 75% di antaranya berasal dari eksternal Politeknik STIA LAN Bandung, menunjukkan luasnya partisipasi dari berbagai pihak. Konferensi ini juga menjadi ruang akademik sekaligus momentum kebangsaan untuk merefleksikan peran ilmu administrasi dalam menyelesaikan persoalan bangsa. Dengan semangat kolaborasi multi stakeholder, KNIA ke-9 meneguhkan komitmen bersama dalam mendukung terwujudnya kesejahteraan dalam berbagai pilar.




