Politeknik STIA LAN Bandung melalui Pusat Kajian Pelayanan Publik dan Reformasi Administrasi (PERFORMA) melaksanakan audiensi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jawa Barat pada Selasa, 23 Februari 2026 di Kantor DPMD Jawa Barat. Pertemuan ini membahas penguatan kolaborasi dalam program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang bersifat tematik, berdampak, dan berkelanjutan, termasuk di dalamnya pengembangan desa binaan serta potensi implementasi Desa Ramah Pelayanan Publik.
Dalam pertemuan tersebut Direktur Politeknik STIA LAN Bandung, Dr. Muhamad Nur Afandi, M.T menyampaikan arah pengembangan PkM tahun 2026 yang menempatkan desa sebagai laboratorium pembelajaran. Melalui kegiatan PkM, dosen dan mahasiswa diharapkan dapat turun langsung ke lapangan untuk merespons persoalan riil masyarakat, sekaligus menghasilkan data, analisis, dan rekomendasi berbasis akademik. Turut hadir dalam kegiatan audiensi tersebut Dr. Dinoroy M. Aritonang, S.H., M.H selaku Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M), Ketua PERFORMA Rofi’ Ramadhona Iyoega, S.P., M.Sos., serta PIC PkM pada unit P3M Fandi Ahmad S.T., M.T.
DPMD Jawa Barat menyambut positif rencana ini. Mereka menekankan bahwa PkM memiliki potensi besar untuk memperkuat basis data dan pemahaman terhadap dinamika desa di lapangan. Hal ini sangat relevan mengingat data indikator, seperti Indeks Desa Membangun (IDM), sering kali tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi aktual desa.
“ Kami melihat peran perguruan tinggi sebagai sangat strategis. Pendekatan ilmiah dari dosen dan mahasiswa dapat membantu memperkaya informasi yang kami butuhkan, terutama untuk penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran, ” ujar Kepala DPMD Jawa Barat Drs. Mochamad Ade Afriandi, M.T.
Selain itu, audiensi juga membahas kemungkinan sinkronisasi PkM dengan program-program yang sedang berjalan di DPMD Jawa Barat, termasuk perkembangan Pilkades Digital dan evaluasi pembangunan desa yang dilakukan secara berjenjang. Melalui kerja sama ini, hasil PkM nantinya diharapkan dapat menjadi catatan penting dan rekomendasi kebijakan yang dapat dimanfaatkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Baik Politeknik STIA LAN Bandung maupun DPMD Jawa Barat sepakat bahwa kolaborasi ini perlu diperkuat. Setiap pelaksanaan PkM diharapkan tidak hanya membawa solusi, tetapi juga membawa kembali isu nyata di desa untuk dikembangkan menjadi pengetahuan, riset, dan kebijakan yang lebih komprehensif. Dengan sinergi tersebut, kedua pihak berharap dapat mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik, tata kelola desa, serta pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.




