Bandung, 14 Mei 2025 — Dalam upaya memperluas wawasan global mahasiswa serta memperkuat kerja sama internasional di bidang administrasi publik, Politeknik STIA LAN Bandung menyelenggarakan Kuliah Dosen Tamu Internasional yang menghadirkan dua pakar ternama dari Korea Selatan. Kegiatan akademik ini mengusung tema besar “Isu-isu Administrasi dan Kasus Kebijakan Publik di Korea serta Pelajaran yang Dipetik dari Pembangunan Korea” dan dilaksanakan pada Rabu, 14 Mei 2025, bertempat di Aula Politeknik STIA LAN Bandung.
Acara yang terbuka untuk seluruh sivitas akademika ini mendapat sambutan hangat dan antusias dari para mahasiswa. Mereka hadir dengan semangat ingin memahami lebih dalam dinamika pembangunan dan administrasi publik di Korea Selatan—sebuah negara yang kerap dijadikan contoh keberhasilan dalam reformasi birokrasi dan pengelolaan kebijakan publik.
Kuliah tamu ini menghadirkan dua narasumber utama: Prof. Hye Kyoung Lee dari Universitas Myeongji dan Prof. Yongsun Lee, seorang pakar pembangunan dan kebijakan publik yang telah lama meneliti proses transformasi ekonomi dan tata kelola pemerintahan di Korea Selatan.
Dalam sesi pertama, Prof. Hye Kyoung Lee menyampaikan materi berjudul “Isu-isu Administrasi dan Kasus Kebijakan Publik di Korea”. Ia menjelaskan bahwa Korea Selatan telah melalui berbagai tahap reformasi administrasi sejak era industrialisasi pada 1960-an. Transformasi tersebut ditandai oleh upaya membangun birokrasi yang responsif dan transparan di tengah tantangan globalisasi serta tuntutan publik yang semakin kompleks.
“Reformasi administrasi di Korea tidak hanya bersifat top-down, tetapi juga didorong oleh partisipasi aktif masyarakat. Pemerintah Korea belajar mendengarkan aspirasi warganya dan menjadikannya sebagai masukan dalam pengambilan keputusan. Ini bukan proses yang mudah, namun sangat penting,” ujar Prof. Lee di hadapan para peserta.
Sesi kedua dilanjutkan dengan pemaparan dari Prof. Yongsun Lee yang membawakan topik “Pelajaran yang Dipetik dari Pembangunan Korea”. Dalam penjelasannya, Prof. Yongsun menyoroti bagaimana Korea Selatan mampu bertransformasi dari negara berkembang menjadi salah satu negara maju dalam kurun waktu beberapa dekade. Faktor utama dari keberhasilan ini, menurutnya, adalah kepemimpinan yang visioner, investasi jangka panjang dalam sektor pendidikan dan teknologi, serta pembangunan institusi yang kuat.
“Korea mengalami banyak rintangan, namun keberanian untuk berinovasi, memperbaiki kelembagaan, dan membangun konsensus nasional menjadi kunci dari keberhasilan kami. Negara-negara lain, termasuk Indonesia, tentu dapat belajar dari pengalaman ini, tetapi harus tetap mempertimbangkan konteks lokal masing-masing,” tutur Prof. Yongsun.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Direktur Politeknik STIA LAN Bandung, Dr. Muhamad Nur Afandi, S.Pd., M.T., yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para pembicara dan menegaskan pentingnya kegiatan semacam ini dalam menunjang pembelajaran mahasiswa.
“Di era globalisasi, mahasiswa tidak cukup hanya dibekali dengan teori, tetapi juga harus memiliki perspektif global dan kemampuan untuk belajar dari praktik kebijakan di negara lain. Kuliah dosen tamu internasional ini menjadi sarana strategis untuk membuka ruang dialog dan refleksi dalam memperbaiki sistem administrasi publik di Indonesia,” ujar Nur Afandi.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi institusi dalam mendukung kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk terlibat aktif dalam pembelajaran lintas batas negara.
Kuliah ini membuka cakrawala berpikir mahasiswa bahwa keberhasilan pembangunan suatu bangsa tidak dapat dipisahkan dari keberhasilan dalam membangun tata kelola pemerintahan yang baik. Pengalaman Korea Selatan dalam menjalankan reformasi administrasi secara konsisten memberikan inspirasi sekaligus tantangan bagi generasi muda Indonesia untuk menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan tata kelola di dalam negeri.
Selain sesi kuliah, kegiatan ini juga diisi dengan seremoni penandatanganan Implementation Agreement antara Myongji University dan Politeknik STIA LAN Bandung. Nota kesepahaman ini mencakup kerja sama dalam pelaksanaan International Guest Lecture, program Collaborative Research dan Community Engagement (PKM Internasional), serta penulisan publikasi ilmiah bersama. Penandatanganan ini menjadi tonggak baru bagi penguatan jejaring akademik internasional kampus.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan sertifikat sebagai bentuk apresiasi serta pengingat komitmen bersama dalam mendukung pendidikan tinggi yang lebih terbuka, kolaboratif, dan berdaya saing global.
Dengan terselenggaranya kuliah dosen tamu internasional ini, Politeknik STIA LAN Bandung berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam membentuk generasi birokrat dan profesional publik yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki wawasan global, integritas tinggi, dan komitmen terhadap pembangunan bangsa.




