Gelar Kuliah Umum “Reinvention of Work”, Politeknik STIA LAN Bandung Dorong Mahasiswa Siap Hadapi Tantangan Pendidikan & Mahasiswa Ilmu Administrasi di Tengah Perubahan Dunia Kerja

Bandung, 9 September 2026 — Perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) telah membawa perubahan signifikan terhadap dunia kerja, mulai dari jenis pekerjaan, pola kerja, hingga kompetensi yang dibutuhkan. Menyikapi perubahan tersebut, Politeknik STIA LAN Bandung menyelenggarakan Kuliah Umum bertajuk “Reinvention of Work: Tantangan Pendidikan dan Mahasiswa Ilmu Administrasi di Tengah Perubahan Dunia Kerja” di Aula Politeknik STIA LAN Bandung, Rabu (9/9/2026).

Kuliah umum menghadirkan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Dr. Muhammad Taufiq, D.E.A., sebagai narasumber. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Politeknik STIA LAN Bandung dalam memperkuat kesiapan mahasiswa menghadapi transformasi dunia kerja sekaligus membangun kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Dalam paparannya, Muhammad Taufiq menjelaskan bahwa perkembangan teknologi, terutama AI, telah mengubah tidak hanya jenis pekerjaan, tetapi juga cara manusia bekerja. Menurutnya, perubahan tersebut menuntut terciptanya kolaborasi yang semakin kuat antara manusia dan teknologi.

“Perubahan dunia kerja sangat cepat sekali dengan adanya teknologi, terutama AI. Bagaimana pekerjaan di Indonesia dan seluruh dunia mengalami banyak perubahan, bagaimana teknologi dan manusia ini harus berkolaborasi,” ujar Muhammad Taufiq.

Menghadapi kondisi tersebut, mahasiswa perlu membekali diri dengan kompetensi yang lebih luas daripada kemampuan akademik semata. Setidaknya terdapat beberapa kemampuan yang perlu diperkuat, mulai dari kompetensi sesuai bidang keilmuan, kemampuan sosial seperti kepemimpinan, komunikasi, dan pengambilan keputusan, hingga kemampuan komputasional berupa penguasaan AI dan berbagai teknologi pendukung.

Selain itu, mahasiswa dituntut memiliki kemampuan konseptual yang mencakup kreativitas, inovasi, serta kemauan untuk terus belajar. Proses pembelajaran tidak lagi terbatas pada mata kuliah dan kurikulum formal, tetapi juga mencakup pengembangan berbagai keterampilan yang dapat membentuk mahasiswa menjadi talenta adaptif dan siap menghadapi perubahan dunia kerja.

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Taufiq turut menyampaikan arah transformasi pendidikan pada perguruan tinggi di bawah naungan LAN, yaitu Politeknik STIA LAN Bandung, Politeknik STIA LAN Jakarta, dan Politeknik STIA LAN Makassar. Salah satu fokusnya adalah penguatan pendidikan karakter yang dimulai sejak mahasiswa berada pada semester awal.

Mahasiswa akan dipetakan dengan dukungan AI untuk mengidentifikasi potensi serta area karakter yang masih perlu dikembangkan. Selain penguatan karakter, pola penugasan mahasiswa juga akan diarahkan pada berbagai kegiatan berbasis proyek yang dapat memberikan keterampilan dan pengalaman tambahan.

Pengembangan kompetensi mahasiswa turut diperkuat melalui pengenalan micro-credential, sehingga mahasiswa memiliki kesempatan memperoleh keahlian tambahan yang sesuai dengan minat dan rencana kariernya. Mahasiswa juga didorong membangun portofolio profesional, termasuk mengoptimalkan profil LinkedIn agar lebih kompetitif ketika memasuki pasar kerja.

“Bagaimana kawan-kawan mahasiswa punya keahlian-keahlian yang bisa mendukung peminatan tadi untuk karier masa depannya,” ujar Muhammad Taufiq.

Sementara itu, Direktur Politeknik STIA LAN Bandung, Dr. Muhamad Nur Afandi, S.Pd., M.T., menegaskan bahwa pengembangan karakter menjadi bagian penting dalam proses pendidikan mahasiswa. Kemampuan akademik yang berjalan selaras dengan pembangunan karakter diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi keilmuan, tetapi juga karakter dan sikap yang menjadi fondasi ketika memasuki dunia profesional.

“Dengan adanya kemampuan akademik dan juga pembangunan karakter yang selaras ini, nantinya ke depan akan menghasilkan lulusan-lulusan yang tidak hanya fokus kepada kontekstual akademiknya, tetapi juga terkait dengan karakter dan juga attitude. Ini yang nanti akan menjadi pondasi mereka untuk siap bekerja di lapangan,” ujar Muhamad Nur Afandi.

Bagi mahasiswa baru, penguatan karakter telah mulai diimplementasikan melalui berbagai rangkaian pendidikan, termasuk pendidikan bela negara dan penguatan kurikulum pembangunan karakter. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen institusi untuk mempersiapkan mahasiswa secara lebih utuh sejak awal masa pendidikan.

Muhamad Nur Afandi juga menjelaskan bahwa penyelenggaraan kuliah umum merupakan bagian dari budaya akademik yang terus dikembangkan di Politeknik STIA LAN Bandung. Kegiatan penguatan akademik diselenggarakan secara rutin dengan tema dan fokus yang beragam serta melibatkan berbagai unsur, baik internal kampus, mahasiswa, program studi, maupun mitra dan asosiasi profesi.

“Ini adalah sebuah habit, budaya akademik yang ada di Politeknik STIA LAN Bandung, di mana kegiatan-kegiatan berkenaan dengan penguatan akademik ini kita rutinkan, tetapi dengan fokus dan tema yang berbeda-beda,” ujarnya.

Melalui Kuliah Umum Reinvention of Work, Politeknik STIA LAN Bandung terus mendorong terciptanya proses pendidikan yang responsif terhadap perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan dunia kerja. Penguatan kompetensi akademik, karakter, soft skills, literasi teknologi, serta portofolio profesional diharapkan dapat membentuk lulusan yang adaptif, kompetitif, dan siap berkontribusi di tengah transformasi dunia kerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *