Bandung — Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI bersama Politeknik STIA LAN Bandung dan Indonesian Association for Public Administration (IAPA) meluncurkan buku Digital Government yang diterbitkan oleh Deepublish. Peluncuran berlangsung di Aula Politeknik STIA LAN Bandung, Rabu (9/9/2026), sebagai bagian dari upaya memperkaya referensi akademik sekaligus menjawab tantangan tata kelola pemerintahan di tengah perkembangan teknologi digital.
Buku Digital Government hadir di tengah meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang semakin cepat, transparan, responsif, dan terintegrasi. Transformasi digital pemerintahan tidak lagi hanya berkaitan dengan pemanfaatan teknologi, tetapi juga membutuhkan perubahan dalam cara pemerintah bekerja dan berinteraksi dengan masyarakat.
Kepala LAN RI, Dr. Muhammad Taufiq, D.E.A., menegaskan bahwa digital government tidak sekadar berbicara mengenai adopsi teknologi digital oleh pemerintah, melainkan merupakan bagian dari transformasi yang melibatkan pemerintah dan masyarakat secara bersama-sama.
“Peluncuran buku ini penting tidak hanya bagi civitas akademika, tetapi juga masyarakat umum. Kita bicara digital government,” ujar Muhammad Taufiq.
Menurutnya, transformasi menuju digital government juga menuntut perubahan perilaku, pola pikir (mindset), serta keterampilan (skill set). Perubahan tersebut diperlukan agar pemanfaatan teknologi benar-benar mampu mendorong penyelenggaraan pemerintahan yang lebih akuntabel, bersih, responsif, dan kompetitif.
“Digital government tidak hanya bagaimana pemerintah kemudian mengadopsi teknologi digital, tetapi merupakan kebutuhan suatu transformasi pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama memasuki era digital,” jelasnya.
Direktur Politeknik STIA LAN Bandung, Dr. Muhamad Nur Afandi, S.Pd., M.T., mengatakan bahwa sebagai perguruan tinggi di bawah naungan LAN RI, Politeknik STIA LAN Bandung terus berupaya memberikan kontribusi terhadap pengembangan administrasi publik melalui berbagai karya akademik, penelitian, dan publikasi.
Hasil penelitian dosen dan mahasiswa, menurutnya, diarahkan agar tidak berhenti pada pengembangan keilmuan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, termasuk dalam memberikan insight dan rekomendasi untuk mendukung perumusan kebijakan.
Ia menambahkan bahwa luaran penelitian mahasiswa juga terus diarahkan pada penelitian yang bersifat terapan sehingga hasilnya dapat memberikan dampak bagi penyelenggaraan pemerintahan, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Sementara itu, Deputi Bidang Peningkatan Kualitas Kebijakan Administrasi Negara LAN RI, Dr. Agus Sudrajat, M.A., menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital telah mengubah ekspektasi masyarakat terhadap pemerintah. Masyarakat kini mengharapkan pelayanan publik yang semakin mudah diakses, cepat, transparan, dan terintegrasi.
Peluncuran buku Digital Government diharapkan dapat menjadi salah satu referensi bagi akademisi, mahasiswa, praktisi, aparatur pemerintah, maupun masyarakat dalam memahami transformasi pemerintahan di era digital. Kehadiran buku ini sekaligus memperkuat kontribusi LAN RI, Politeknik STIA LAN Bandung, dan IAPA dalam pengembangan pengetahuan serta praktik administrasi publik yang adaptif terhadap perubahan teknologi.




