Bandung, 9 September 2026 — Politeknik STIA LAN Bandung menyelenggarakan Kuliah Dosen Tamu bagi mahasiswa Program Studi Administrasi Pembangunan Negara (APN) pada Rabu (9/9). Kegiatan ini menghadirkan Dr. Agus Sudrajat, S.Sos., M.A., Deputi Bidang Peningkatan Kualitas Kebijakan Administrasi Negara Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, sebagai narasumber.
Mengangkat tema “Mewujudkan Swasembada dan Kemandirian Pangan melalui Pendekatan Analisis Kewilayahan dan Geospasial”, kuliah dosen tamu ini membahas pentingnya pemanfaatan data kewilayahan dan teknologi geospasial dalam mendukung proses perencanaan dan pengambilan keputusan pembangunan. Materi tersebut merupakan bagian dari pembelajaran Analisis Kewilayahan dan Geospasial dalam Administrasi Pembangunan.
Dalam paparannya, Dr. Agus Sudrajat mengajak para mahasiswa untuk melihat pembangunan tidak hanya dari perspektif sektoral, tetapi juga berdasarkan karakteristik dan kebutuhan setiap wilayah. Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki kondisi geografis, sumber daya alam, karakter sosial-demografis, potensi ekonomi, infrastruktur, serta risiko bencana yang beragam. Perbedaan tersebut membuat kebijakan pembangunan perlu dirancang secara kontekstual agar mampu memberikan dampak yang tepat bagi masing-masing wilayah.
Mahasiswa juga diperkenalkan pada keterkaitan antara analisis kewilayahan dan analisis geospasial. Analisis kewilayahan membantu memahami karakteristik, potensi, masalah, keterkaitan, dan dinamika antardaerah, sementara analisis geospasial membantu mengolah dan memahami data berbasis lokasi. Keduanya dapat dikombinasikan untuk menghasilkan informasi yang lebih akurat sebagai dasar pengambilan keputusan pembangunan.
Pembahasan kemudian diarahkan pada isu swasembada dan kemandirian pangan. Para mahasiswa diajak memahami bagaimana berbagai data, seperti data lahan dan penggunaan lahan, sumber daya alam, kependudukan, produktivitas ekonomi, infrastruktur dan akses pasar, lingkungan dan risiko bencana, hingga data sosial, kelembagaan, dan tata ruang dapat diintegrasikan untuk menghasilkan analisis pembangunan yang lebih komprehensif.
Dalam konteks tersebut, teknologi geospasial dapat dimanfaatkan melalui berbagai pendekatan, antara lain pemetaan tematik, overlay, analisis spasial, analisis hotspot, analisis kesesuaian lahan, analisis aksesibilitas, pemetaan risiko, dan analisis kesenjangan spasial. Pendekatan tersebut membantu mengubah data menjadi informasi yang dapat digunakan untuk menentukan prioritas wilayah, mengidentifikasi potensi dan permasalahan, serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Salah satu penerapan yang dibahas adalah analisis rantai pasok pangan, mulai dari wilayah produksi, pengumpulan dan penyimpanan, transportasi dan distribusi, pengolahan atau hilirisasi, hingga pasar konsumen. Melalui pendekatan ini, mahasiswa dapat melihat bahwa pembangunan ketahanan pangan membutuhkan keterhubungan antarsektor dan antarwilayah, serta dukungan data yang mampu menggambarkan kondisi secara menyeluruh.
Bagi mahasiswa Program Studi APN, pembelajaran tersebut menjadi relevan dalam memperkuat kemampuan untuk mengidentifikasi masalah publik, membaca data, memahami konteks kewilayahan, dan menyusun rekomendasi kebijakan berbasis bukti. Hal ini juga sejalan dengan pesan yang disampaikan dalam materi bahwa karya ilmiah mahasiswa, termasuk tugas akhir, dapat diarahkan untuk menghasilkan gagasan yang bermanfaat dan menjadi referensi bagi pengambil keputusan pada berbagai tingkatan pemerintahan.
Melalui Kuliah Dosen Tamu ini, Politeknik STIA LAN Bandung terus mendorong para mahasiswa untuk mengembangkan perspektif yang lebih aplikatif dalam memahami administrasi pembangunan. Tidak hanya memahami konsep dan teori, mahasiswa diharapkan mampu menghubungkan data, wilayah, kebijakan, kolaborasi, dan implementasi dalam menjawab berbagai persoalan pembangunan di Indonesia.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Politeknik STIA LAN Bandung dalam menghadirkan pengalaman pembelajaran yang kontekstual sekaligus mempertemukan mahasiswa dengan perspektif praktisi dan pengambil kebijakan, sehingga dapat memperkuat kompetensi mahasiswa sebagai calon administrator pembangunan yang kompeten, inovatif, berintegritas, dan berdampak.




