Mahasiswa Politeknik STIA LAN Bandung Luncurkan SAPA HURIP, Inovasi Digital untuk Pelaporan dan Administrasi Kependudukan Desa Gudangkahuripan

Bandung Barat, 26 Oktober 2026 — Mahasiswa Politeknik STIA LAN Bandung meluncurkan website SAPA HURIP melalui kegiatan Diseminasi Inovasi yang berlangsung di Aula Kantor Desa Gudangkahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, pada Senin (26/10). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Magang Desa (Magades) Program Studi Administrasi Pembangunan Negara Tahun 2026. Website SAPA HURIP dikembangkan untuk membantu penyampaian informasi layanan desa dan mempermudah pelaporan administrasi kependudukan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Badan Permusyawaratan Desa, Etjep Saefulloh; Sekretaris Desa Gudangkahuripan, Agus Yuhana; Dosen pembimbing kelompok magang di desa Gudangkahuripan, yaitu Prof. Septiana Dwi Putrianti, M.Com (Hons)., Ph.D., Cintantya Andhita Dara Kirana, S.AP., M.AP., Mahasiswa tim magades Gudangkahuripan, serta tokoh masyarakat seperti BPD, Ketua RT, Ketua RW, dan PKK.

SAPA HURIP (Sistem Administrasi dan Pelaporan Desa Gudangkahuripan) merupakan inovasi digital yang dikembangkan untuk mendukung pengelolaan administrasi kependudukan melalui pengumpulan data dari lini pemerintahan paling dekat dengan masyarakat, yaitu Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW). Melalui website ini, disediakan fitur pelaporan LAMPID yang mencakup peristiwa kelahiran, kematian, pindah, dan kedatang penduduk. Data yang dihimpun dari wilayah tersebut dapat terintegrasi secara digital sehingga proses pencatatan dan pelaporan menjadi lebih efisien, teratur, dan dapat diperbarui secara real time. Website ini dapat diakses melalui https://desagudangkahuripan.com selain mendukung pengelolaan data kependudukan oleh pemerintah desa, SAPA HURIP juga menyediakan informasi statistik kependudukan Desa Gudangkahuripan yang bersumber dari data pelaporan LAMPID. Dengan demikian, website ini diharapkan dapat meningkatkan kemudahan akses informasi bagi masyarakat sekaligus mendukung pengelolaan administrasi kependudukan desa yang lebih informatif dan berbasis data.

Tidak hanya berupa website, SAPA HURIP juga dilengkapi dengan e-book, pamflet, dan X-banner sebagai media informasi pendukung. Ketiga media tersebut disiapkan untuk mengenalkan SAPA HURIP kepada masyarakat, menjelaskan informasi layanan desa, serta memberikan panduan penggunaan sistem pelaporan LAMPID. Dengan begitu, informasi mengenai inovasi ini dapat diakses melalui website maupun media cetak yang tersedia di lingkungan desa.

Rangkaian diseminasi diisi dengan laporan ketua kelompok, sambutan pembimbing lapangan dan dosen pembimbing, penayangan video inovasi, pemaparan SAPA HURIP, serta diskusi dan tanya jawab. Mahasiswa juga mendampingi warga saat mencoba website secara langsung. Dalam sesi demonstrasi tersebut, warga diperkenalkan pada tahapan penggunaan sistem dan diberi kesempatan untuk mencoba mengisi laporan.

Sesi demonstrasi ini membantu warga mengenal cara kerja SAPA HURIP secara langsung, bukan hanya melalui pemaparan materi. Warga juga dapat melihat bagaimana laporan disampaikan melalui sistem yang telah dikembangkan. Pengenalan ini diharapkan dapat membantu calon pengguna memahami cara pelaporan LAMPID ketika sistem mulai dimanfaatkan dalam kegiatan administrasi desa.

Pengembangan SAPA HURIP berawal dari permasalahan yang ditemukan oleh tim mahasiswa Magang Desa (Magades) Gudangkahuripan melalui observasi langsung, wawancara dengan 59 Ketua RT dan 15 Ketua RW, kegiatan belanja masalah dan identifikasi potensi desa. Berdasarkan hasil identifikasi tersebut, tim kemudian merumuskan solusi bersama dosen pembimbing dan perangkat desa, lalu membagi tugas untuk mengembangkan berbagai luaran inovasi, mulai dari website hingga media informasi pendukung. Inovasi SAPA HURIP dikembangkan oleh 11 mahasiswa Politeknik STIA LAN Bandung, yaitu Chelly Anggita Putri, Dea Aulia Azzahra, Erma Dewanti, Faura Fitry Sartika, Felicia Hatikva Josephine Simbolon, Hifni Alya Octavian, Iklima Pujawati, Khoirunnisa Dhiya Shandra, Muhammad Rafli Hidayat, Naira Safsa Maherani, dan Rifky Aulia Haryadi. Proses pengembangan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus menghasilkan solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan administrasi Desa Gudangkahuripan.

Melalui program magang di pemerintah desa, mahasiswa Politeknik STIA LAN Bandung berupaya menghasilkan inovasi yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan administrasi pemerintahan desa. Pengembangan inovasi ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. SAPA HURIP diharapkan dapat membantu pemerintah desa mewujudkan administrasi yang lebih tertib, pelaporan yang lebih terstruktur, akses informasi desa yang lebih mudah serta agar website beserta media pendukungnya dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan sesuai kebutuhan Desa Gudangkahuripan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *