Mahasiswa Politeknik STIA LAN Bandung Kembangkan Inovasi NGABAKTI dan CIARSIP di Desa Cikole

BANDUNG BARAT – Mahasiswa Program Studi Administrasi Pembangunan Negara Politeknik STIA LAN Bandung mengembangkan dua inovasi digital melalui kegiatan Magang Desa (MAGADES) Tahun 2026 di Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Kedua inovasi tersebut adalah NGABAKTI (Ngabantu Akses Berbagai Kebutuhan Informasi) dan CIARSIP (Cikole Arsip) yang dirancang untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik dan pengelolaan administrasi pemerintahan desa.

Inovasi ini dikembangkan oleh Kelompok 1 Magang Desa Cikole yang beranggotakan 11 mahasiswa dengan pendampingan tiga dosen pembimbing, yaitu Dr. Muhamad Nur Afandi, S.Pd., M.T., Dr. Achmad Sodik Sudrajat, S.H., M.H., dan Saekul Anwar, S.Pd., M.Si. Pengembangannya diawali melalui observasi, wawancara, dan penelusuran dokumen untuk mengidentifikasi kebutuhan pelayanan publik, khususnya terkait akses informasi desa yang belum terintegrasi, keterbatasan saluran aspirasi masyarakat, serta pengelolaan arsip yang memerlukan sistem digital lebih terstruktur.

Menjawab kebutuhan tersebut, mahasiswa menghadirkan NGABAKTI, portal digital berbasis Taplink yang mengintegrasikan enam fitur informasi dan layanan Desa Cikole dalam satu halaman. Keenam fitur tersebut meliputi Profil Desa, Informasi dan Dokumen Desa, SORA (Saluran Opini Rahayat), Pelayanan Terpadu, CISABA (Cikole Saba Wisata), dan Call Center.

Melalui fitur Profil Desa, masyarakat dapat mengakses informasi umum mengenai Desa Cikole, sedangkan Informasi dan Dokumen Desa menyediakan berbagai dokumen publik, seperti Peraturan Desa, informasi Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa, serta informasi kegiatan pemerintahan desa. Sementara itu, SORA menjadi sarana penyampaian aspirasi, saran, dan pengaduan masyarakat secara anonim.

Fitur Pelayanan Terpadu menyediakan akses awal pengajuan 21 jenis layanan persuratan secara daring. Adapun CISABA menyajikan peta digital lokasi dan potensi wisata Desa Cikole, sedangkan Call Center memfasilitasi komunikasi masyarakat dengan pemerintah desa melalui WhatsApp.

Selain NGABAKTI, mahasiswa mengembangkan CIARSIP, sistem pengelolaan arsip digital berbasis Google Apps Script dan Google Drive. Sistem ini dirancang untuk mendukung proses penginputan, penyimpanan, pengelompokan, dan pencarian kembali dokumen secara lebih terstruktur sehingga diharapkan dapat meningkatkan keteraturan administrasi serta mempermudah perangkat desa dalam mengelola arsip pemerintahan.

Sebagai bagian dari pengenalan hasil inovasi, mahasiswa melaksanakan diseminasi NGABAKTI dan CIARSIP pada Senin, 26 Oktober 2026, pukul 13.00 WIB, di Desa Cikole. Kegiatan ini dihadiri 32 peserta yang terdiri atas perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), ketua RW, dan unsur masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memaparkan fungsi, manfaat, serta tata cara penggunaan kedua inovasi. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan pertanyaan, tanggapan, dan masukan. Para dosen pembimbing turut memberikan umpan balik sebagai bahan evaluasi dan penyempurnaan inovasi agar dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan pemerintah desa.

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan penyerahan hasil inovasi NGABAKTI dan CIARSIP beserta plakat kepada perwakilan Pemerintah Desa Cikole sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pengembangan pelayanan publik dan administrasi pemerintahan desa.

Melalui kegiatan MAGADES, mahasiswa memperoleh pengalaman pembelajaran langsung dalam menerapkan pengetahuan akademik, mengembangkan kemampuan analisis, inovasi digital, komunikasi, kolaborasi, serta pemecahan masalah di lingkungan pemerintahan. Kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen Politeknik STIA LAN Bandung dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi terapan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, melalui integrasi pembelajaran, pengabdian kepada masyarakat, dan penguatan kemitraan dengan pemerintah desa.

Kehadiran NGABAKTI dan CIARSIP diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi Pemerintah Desa Cikole dan masyarakat, khususnya dalam mempermudah akses informasi, meningkatkan keteraturan administrasi, serta memperkuat partisipasi masyarakat dalam pelayanan publik. Pengembangan kedua inovasi ini juga menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung transformasi digital pemerintahan desa, sejalan dengan upaya pembangunan nasional untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, transparan, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Keberlanjutan pemanfaatan kedua inovasi tersebut diharapkan dapat didukung melalui pembaruan informasi, pengelolaan sistem, pemeliharaan kualitas data, serta sosialisasi secara berkala agar manfaatnya dapat terus dirasakan oleh pemerintah desa dan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *