Politeknik STIA LAN Bandung kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan vokasi yang tidak hanya menghasilkan lulusan kompeten, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran nyata bagi generasi muda melalui Program Pemagangan MagangHub Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI). Selama enam bulan pelaksanaan program, mulai Desember 2025 hingga Juni 2026, peserta pemagangan tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga diberi kesempatan untuk berkontribusi dalam penyelesaian berbagai permasalahan organisasi melalui pendekatan inovatif dan kolaboratif.
Program pemagangan yang dilaksanakan di lingkungan Politeknik STIA LAN Bandung menjadi bagian dari upaya LAN RI dalam menyiapkan talenta muda yang adaptif, profesional, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin dinamis. Para peserta ditempatkan pada berbagai unit strategis, mulai dari Administrasi Umum, Kemahasiswaan, Humas, Akademik, Career Development Center (CDC), hingga Program Studi Diploma IV dan Magister Terapan. Di setiap unit, peserta memperoleh pendampingan langsung dari mentor dan terlibat dalam berbagai aktivitas yang mendukung pencapaian tujuan organisasi.
Lebih dari sekadar menjalankan tugas administrasi atau operasional, peserta pemagangan didorong untuk menjadi bagian dari proses perbaikan organisasi. Mereka diberikan ruang untuk mengidentifikasi permasalahan, melakukan analisis, hingga menyusun rekomendasi kebijakan yang dapat diterapkan dalam lingkungan kerja. Pendekatan ini menjadikan program pemagangan sebagai wahana pembelajaran yang mengintegrasikan teori, praktik, serta kemampuan berpikir kritis dan solutif.
Sebagai bagian dari penguatan kompetensi, LAN RI memberikan penugasan khusus kepada seluruh peserta berupa penyusunan policy brief, pembuatan video berbasis isu strategis, serta pembelajaran melalui platform CorpuLAN. Penugasan tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas peserta dalam memahami isu kebijakan publik sekaligus melatih kemampuan komunikasi dan penyelesaian masalah. Peserta dibagi ke dalam kelompok Core Business dan Supporting yang berfokus pada isu-isu nyata di lingkungan kerja masing-masing.
Hasil dari proses pembelajaran tersebut ditunjukkan melalui presentasi berbagai gagasan dan rekomendasi di hadapan pimpinan Politeknik STIA LAN Bandung. Beberapa isu strategis yang berhasil diangkat peserta antara lain digitalisasi profil kepakaran dosen serta optimalisasi pengelolaan data mahasiswa berprestasi. Berbagai rekomendasi yang disusun mendapat apresiasi sekaligus masukan konstruktif dari pimpinan sebagai bagian dari proses penyempurnaan inovasi yang dihasilkan.
Momentum penutupan program menjadi refleksi atas perjalanan panjang peserta selama enam bulan menjalani proses pembelajaran di lingkungan LAN RI. Ketua MagangHub LAN 2026, Ikmaludin, menyampaikan bahwa program pemagangan memberikan pengalaman berharga dalam memahami dunia kerja sekaligus membentuk karakter profesional yang dibutuhkan di masa depan. Pengalaman tersebut tidak hanya memperkaya wawasan peserta, tetapi juga memperkuat kemampuan mereka dalam bekerja sama, beradaptasi, dan menghasilkan karya yang bernilai bagi organisasi.
Dalam sambutannya, Kepala LAN RI, Muhammad Taufiq, menegaskan bahwa program pemagangan di lingkungan LAN RI dirancang berbeda dari program magang pada umumnya. Peserta tidak hanya ditempatkan sebagai pembelajar, tetapi diposisikan sebagai bagian integral dari organisasi yang terlibat langsung dalam proses kerja dan budaya institusi. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi peserta dalam memasuki dunia profesional yang sesungguhnya.
Beliau juga menyampaikan bahwa sebanyak 163 peserta pemagangan tersebar di berbagai satuan kerja LAN RI dengan dukungan pembelajaran yang mencapai 582 jam pelajaran. Selain memperoleh pendampingan dan pengalaman proyek nyata, peserta juga mendapatkan pengembangan potensi melalui berbagai metode pembelajaran, termasuk kolaborasi dengan mitra strategis. Hasil evaluasi menunjukkan capaian yang sangat membanggakan dengan rata-rata nilai peserta berada di atas angka 90 pada sembilan indikator penilaian. Capaian tersebut mencerminkan tingginya komitmen, disiplin, dan kualitas kinerja yang ditunjukkan selama program berlangsung.
Sebagai instrumen pendukung dalam mengenali potensi diri, program ini juga mengintegrasikan platform TalentDNA sebagai fokus utama dalam pengembangan talenta spesifik yang dimiliki oleh masing-masing peserta pemagangan. Melalui pemetaan DNA talenta ini, setiap peserta dapat mengidentifikasi kekuatan alami (top talents) serta area yang perlu ditingkatkan, sehingga penempatan unit kerja dan penugasan proyek dapat disesuaikan dengan potensi terbaik mereka. Pendekatan personal ini memastikan bahwa pengembangan kompetensi tidak disamaratakan, melainkan diarahkan untuk melejitkan bakat unik setiap individu agar mampu berkontribusi secara optimal dan presisi bagi organisasi.
Kegiatan penutupan juga mendapat kehormatan dengan kehadiran Wakil Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Afriansyah Noor. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Program Pemagangan Nasional merupakan salah satu langkah strategis pemerintah untuk memperkuat keterhubungan antara pendidikan tinggi, dunia usaha, dunia industri, dan instansi pemerintah. Program tersebut diharapkan mampu menjadi jembatan bagi lulusan pendidikan tinggi untuk memperoleh pengalaman kerja yang relevan sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia.
Rangkaian kegiatan penutupan berlangsung meriah dan penuh makna. Selain penyerahan Buku Alumni Pemagangan dan penandatanganan Wall of Fame oleh Kepala LAN RI bersama Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI, kegiatan juga dimeriahkan dengan penampilan Band De’LAN yang seluruh personelnya merupakan peserta pemagangan. Momen tersebut menjadi simbol kebersamaan sekaligus penghargaan atas dedikasi dan kontribusi peserta selama mengikuti program.
Salah satu agenda yang paling menarik perhatian adalah pemaparan policy brief terbaik dari berbagai satuan kerja di lingkungan LAN RI. Berbagai gagasan inovatif yang dipresentasikan menunjukkan bahwa peserta pemagangan tidak hanya mampu memahami permasalahan organisasi, tetapi juga mampu menawarkan solusi yang aplikatif dan berorientasi pada peningkatan kinerja kelembagaan. Hal ini menjadi bukti bahwa program pemagangan mampu menghasilkan nilai tambah, baik bagi peserta maupun bagi organisasi tempat mereka belajar dan berkarya.
Bagi Politeknik STIA LAN Bandung, keberhasilan pelaksanaan Program MagangHub LAN RI menjadi wujud nyata komitmen institusi dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia unggul melalui pembelajaran berbasis praktik. Program ini membuktikan bahwa kolaborasi antara pendidikan, pembelajaran organisasi, dan pengalaman kerja mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga siap memberikan solusi bagi berbagai tantangan pembangunan.
Melalui Program MagangHub LAN RI, Politeknik STIA LAN Bandung berharap semangat belajar, berinovasi, dan berkontribusi yang telah ditunjukkan para peserta dapat terus tumbuh dan menjadi bekal dalam perjalanan karier mereka di masa depan. Sebab pada akhirnya, keberhasilan sebuah program pemagangan tidak hanya diukur dari lamanya waktu belajar, melainkan dari sejauh mana pengalaman tersebut mampu membentuk talenta yang siap memberi dampak nyata bagi organisasi, masyarakat, dan bangsa.




