Bandung, 27 November 2025 — Gelaran besar Innovation Competition Camp (ICAN) 2025 yang diprakarsai oleh BICUBE Politeknik STIA LAN Bandung kembali menjadi sorotan. Kompetisi inovasi tahunan yang telah memasuki tahun kelima ini berhasil melahirkan banyak inovator muda dengan gagasan-gagasan segar yang menjawab tantangan publik di Indonesia.
Tahun ini, antusiasme peserta sangat tinggi dengan 127 proposal inovasi yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Setelah proses seleksi awal, 24 inovasi terbaik terpilih sebagai finalis dengan beragam ide kreatif, mulai dari teknologi pendeteksi kekerasan, eco-product berbasis limbah, inovasi pangan sehat, hingga solusi inklusi bagi penyandang kebutuhan khusus. Mereka mengikuti rangkaian mentoring untuk penguatan konsep dan kesiapan pitching sebelum tampil pada Final Pitch di hadapan dewan juri, yaitu Yusuf Ricky Carel, Ade Maulana R H, dan Bambang Arif Nugraha.
Setelah melalui proses penilaian, dewan juri menetapkan 4 inovasi terbaik dengan beberapa kategori, yaitu:
• The Best Innovation in Social Movement, berupa inovasi budidaya maggot berbasis SDGs untuk menciptakan ekonomi sirkular dan edukasi lingkungan, yaitu Aquapoultry.
* The Best in Tech-Driven Innovation, berupa teknologi pemfilteran air hujan berbasis sensor dan AI untuk memberikan akses air bersih dengan biaya terjangkau, yaitu RAIN2DRINK+
* The Best Innovation in Business Category, berupa produk pemanis sehat dari air lontar, yaitu Swelora.
* The Best Innovation in Circular Economy, berupa creative inclusion pipeline yang memasarkan karya anak berkebutuhan khusus sebagai bentuk pemberdayaan berkelanjutan yaitu Lentera Inklusi.
Selain itu, diberikan pula penghargaan dengan kategori Business Potential untuk inovasi yang dinilai memiliki prospek usaha menjanjikan yaitu Palmhuha, Cangkang Ceria, Beecowrap, VoiceUp, Stevico, Bonggurt, dan Mogummy.
Pembina BICUBE, Dr. Siti Widharetno Mursalim, S.IP., M.Si menegaskan bahwa ICAN bukan sekadar kompetisi, tetapi ruang memupuk gerakan perubahan.
“Kita adalah perubahan itu sendiri. Jangan pernah menyerah, sekecil apa pun perubahan harus kita hargai,” ujarnya menyemangati seluruh peserta .
Di sisi lain, Direktur Politeknik STIA LAN Bandung, Dr. Muhamad Nur Afandi, S.Pd., M.T memberikan apresiasi tinggi bagi seluruh peserta yang telah melalui proses panjang.
“Ada begitu banyak innovator muda dengan daya juang luar biasa. Yang terpilih maupun tidak, kalian semua innovator hebat. Kalian sudah mempersiapkan diri dengan baik dan menyisihkan banyak rekan yang bahkan tidak bisa masuk ruangan hari ini,” ungkapnya. Ia menambahkan, “Semoga yang terpilih benar-benar orang yang layak dan membawa inovasi untuk masa depan.” tuturnya.
BICUBE ICAN 2025: Bukti Komitmen Kampus dalam Melahirkan Inovator
ICAN menjadi bukti nyata komitmen Politeknik STIA LAN Bandung dalam membangun ekosistem inovasi yang berakar pada riset, empati sosial, dan orientasi keberlanjutan. Dengan dukungan penuh dari BICUBE sebagai inkubator bisnis kampus, para peserta tidak hanya diajak berpikir kreatif, tetapi juga dibimbing untuk menghasilkan inovasi yang dapat diuji dan dikembangkan hingga siap diterapkan. ICAN 2025 bukanlah akhir, melainkan titik mula bagi para inovator muda untuk melanjutkan perjalanan menciptakan dampak nyata bagi masa depan Indonesia.




