Lembang, 9–11 Agustus 2025 – Udara dingin Lembang menusuk hingga ke tulang, namun para mahasiswa baru Politeknik STIA LAN Bandung sigap mengenakan pakaian lapangan dan berbaris rapi. Selama tiga hari penuh, mereka akan ditempa dalam Pelatihan Bela Negara Kepemimpinan dan Disiplin di Dodik Bela Negara Rindam III/Siliwangi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat — sebuah ujian fisik dan mental yang dirancang untuk membentuk karakter pemimpin muda yang berjiwa patriot.
Kegiatan ini merupakan bagian penting dari rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2025/2026, dengan tujuan menanamkan rasa cinta tanah air, membentuk kedisiplinan yang kokoh, melatih kepemimpinan, serta membangun perilaku yang selaras dengan nilai-nilai luhur bangsa. Lebih dari sekadar latihan fisik, Bela Negara kali ini menjadi arena pembelajaran mental dan moral bagi generasi penerus bangsa.
Direktur Politeknik STIA LAN Bandung, Dr. Muhamad Nur Afandi, S.Pd., M.T, dalam sambutannya menegaskan bahwa bela negara adalah kehormatan dan tanggung jawab bersama.
“Melalui pelatihan ini, kita ingin membentuk mahasiswa yang siap menghadapi tantangan zaman dengan jiwa kepemimpinan, disiplin, dan integritas yang tinggi. Jadilah mahasiswa Bigger – terus mengembangkan diri, Smart – berinovasi tanpa henti, dan Better – senantiasa menjadi versi terbaik dari diri sendiri,” pesannya disambut tepuk tangan peserta.
Peserta Bela Negara diterima secara resmi oleh Kapten Inf. Wahyudi, Kepala Urusan Operasional Pendidikan Dodik Rindam III/Siliwangi. Dalam amanatnya, beliau mengingatkan bahwa bela negara bukan hanya tentang mengangkat senjata, melainkan sikap mental dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Disiplin waktu, tanggung jawab, dan rasa hormat kepada sesama adalah pondasi persatuan bangsa. Tanpa itu, mustahil kita bisa menjaga kedaulatan,” tegasnya di hadapan mahasiswa.
Selama tiga hari, para peserta menjalani rutinitas ala prajurit: bangun sebelum matahari terbit, latihan fisik di bawah teriakan instruktur, baris-berbaris yang menguji kekompakan, hingga pembekalan wawasan kebangsaan yang menggugah rasa cinta tanah air. Malam hari diisi dengan evaluasi, renungan, dan penguatan mental, di mana setiap mahasiswa diajak merefleksikan arti pengabdian kepada bangsa.
Hari pertama menjadi masa adaptasi — banyak yang terkejut dengan disiplin ketat dan jadwal padat. Hari kedua adalah puncak ujian fisik dan mental, ketika rasa lelah mulai menguji tekad. Namun, di hari ketiga, keakraban dan semangat kebersamaan mulai terasa, diiringi kebanggaan karena mampu melewati seluruh rangkaian pelatihan.
Politeknik STIA LAN Bandung berharap, semangat, kedisiplinan, dan rasa cinta tanah air yang telah ditempa dalam pelatihan ini dapat terus hidup dalam diri setiap mahasiswa. Harapannya, mereka kelak menjadi generasi pemimpin yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berintegritas, peduli pada bangsa, dan siap mengabdi demi kemajuan Indonesia.




