Pengurus Indonesia Assosiation for Publik Administration (IAPA) wilayah Jawa Barat periode 2025-2028, resmi dilantik. Pelantikan digabungkan dengan seminar Nasional dan workshop bertema Peningkatan Mutu Pendidikan Tinggi Menuju Kampus Berdampak.
Pelantikan yang berlangsung di Aula Setda Provinsi Jabar, Sabtu (23/8/2025), dihadiri oleh Ketua IAPA Pusat, Agus Pramusinto; Deputi Lembaga Administrasi Negara, Bidang Peningkatan Kualitas Kebijakan Administrasi Negara, Agus Sudrajat, Gubernur Jabar yang diwakili Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah (Pemotda) Jawa Barat, Faiz Rahman; dan sejumlah tamu undangan lainnya.
Ketua IAPA DPD Jawa Barat, Muhamad Nur Afandi, yang juga Direktur Politeknik STIA LAN Bandung, mengatakan, langkah pertama yang akan dilakukan adalah menyamakan persepsi bersama seluruh pengurus untuk program yang sudah disusun.
“Ada sembilan program yang kita sudah siapkan untuk diimplementasikan dalam kepengurusan DPD IAPA Jawa Barat. Tentu sembilan program ini adalah program-program yang mendukung visi dan misi dari IAPA Pusat. Salah satunya programnya adalah terkait dengan IAPA Connect,” ujar Muhamad Nur.
Hadirnya DPD IAPA Jawa Barat ini, kata dia, akan mengoneksikan berbagai kegiatan yang dilakukan pengurus serta memperkuat kolaborasi antar IAPA dengan pemerintah.
“Salah satu hal yang kita laksanakan hari ini ada dua hal. Pertama, penyusunan website DPD IAPA Jawa Barat sebagai sarana informasi. Berbagai bentuk kegiatan yang kita laksanakan ini semua akan terekam di dalam agenda-agenda kegiatan di website tersebut,” katanya.
Kedua, penulisan buku digital government, satu agenda yang akan dilaksanakan tahun ini hasil kerja sama dengan lembaga administrasi negara.
“Di mana buku ini nanti tentu selain bermanfaat untuk IAPA dan juga untuk seluruh penyelenggara negara, baik ASN, pemerintah daerah,” ucapnya.
Ketua IAPA Pusat, Agus Pramusinto, mengatakan, pengurus DPD IAPA Jawa Barat di bawah komando Muhammad Nur Afandi, diharapkan dapat bekerja maksimal untuk melayani anggota. Terutama untuk pengembangan kapasitas teman-teman dosen dalam pengajaran, perlindungan termasuk juga mendorong agar membangun kerja sama dan kolaborasi dengan pemerintah daerah.
“Kami di pusat itu memfasilitasi juga dan kolaborasi dengan internasional juga yang sudah kami lakukan dengan beberapa negara seperti Korea, Thailand. Bulan Oktober ini saya ke Filipina dan ke Cina untuk juga komprehensi sekaligus membawa beberapa anggota atau pengurus IAPA di daerah,” ujar Agus.
IAPA di Jawa Barat, kata dia, dapat berkolaborasi dalam peningkatan kualitas kebijakan dan pelayanan publik.
“Karena bagaimanapun mendesain kebijakan itu perlu ilmu, mendesain kebijakan itu perlu kajian yang saya kira teman-teman dengan background administrasi publik itu sangat relevan,” katanya.
Deputi Lembaga Administrasi Negara, Bidang Peningkatan Kualitas Kebijakan Administrasi Negara, Agus Sudrajat, menambahkan, kehadiran IAPA Jawa Barat yang anggotanya tersebar di 27 Kabupaten/Kota dapat membantu pemerintah di daerah untuk meningkatkan kualitas layanan publik.
“Supaya berbagai kebijakan yang dihasilkan dari proses penyusunan yang baik itu, tidak tumbang tindih, tidak duplikasi, bahkan tidak saling bertentangan gitu kan,” ujar Agus Sudrajat.
Sehingga, kata dia, keberadaan IAPA ini sangat strategis, karena bisa membantu penyusunan perencanaan pembangunan itu dimulai dari tingkat desa melalui musrembang desa, sampai musrembang kota-kota dan musrembang nasional.
“Jadi, pendampingan dari tingkat kabupaten/kota,dari desa itu juga penting dilakukan oleh teman-teman IAPA. Karena kalau dikawal oleh IAPA, itu pasti kualitas perencanaan bangunannya bagus, sesuai dengan yang dibutuhkan masyarakat, dan tentu inline sama programnya nasional,” katanya.
Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah (Pemotda) Jawa Barat, Faiz Rahman, menyambut baik kehadiran IAPA sebagai mitra strategis pemerintah.
“Pemprov Jabar hari ini, kita sudah punya nota atau MoU, kesepakatan, kesepahaman bersama dengan 151 perguruan tinggi, baik negeri atau swasta,” ujar Faiz.
IAPA, kata dia, sebagai organisasi profesi tentunya akan banyak pakar-pakar administrasi publik yang dapat berkolaborasi mewujudkan Visi jabar istimewa.
“Kita bisa hadir bersama dengan IAPA untuk mengawal, meningkatkan, dan memastikan kebijakan di kabupaten/kota ini berkualitas. Nah, ini metodologi keilmuannya ada di sini,” ucapnya.




